Kegiatan

Gali Pancasila, BPIP Kunjungi Kota dan Kabupaten Blitar

Blitar, SR – Sejak dibentuk oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 28 Februari 2018, melalui Perpres Nomor 7 Tahun 2018, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), terus bekerja dalam menegakkan dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila sebagai panduan bagi seluruh penyelenggara negara, komponen bangsa, dan warga negara Indonesia.

Foto: Jagongan Pancasila bersama Ketua BPIP RI di Kampung Pancasila Kelurahan Sentul Kota Blitar.

Salah satu program BPIP yang sedang gencar dilakukan adalah Menggali Mutiara Pancasila yang kali ini bertempat di Kota dan Kabupaten Blitar. Program yang ditujukan untuk memotret geliat kerja masyarakat dalam menggelorakan Pancasila tersebut bertempat di KRPL Desa Karangsono, Desa Budaya Sawentar, Kampung Mujair Desa Papungan, yang ketiganya berada di Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar, serta Kampung Pancasila, Kelurahan Sentul Kota Blitar.

Menurut keterangannya, Plt. Ketua BPIP, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd. “Program Menggali Mutiara Pancasila merupakan salah satu program BPIP dalam memotret kegiatan masyarakat yang secara langsung mengimplementasikan Pancasila. Bung Karno saja tidak mau disebut sebagai pencipta atau penemu, beliau lebih suka disebut penggali Pancasila. Untuk itu BPIP hadir menggali kegiatan masyarakat yang secara langsung telah mengimplementasikan nilai Pancasila untuk disebarluaskan ke seluruh wilayah di Indonesia. Agar gerakan mengejawantahkan pancasila dalam masyarakat dapat berjalan satu nafas.”

Foto: Kunjungan Ketua BPIP di KRPL Desa Karangsono.

Dalam kunjungannya, Mantan Wakil Rektor Universitas Negeri Malang tersebut menemukan berbagai hal yang menarik. Seperti saat mengunjungi KRPL Desa Karangsono dan Desa Budaya Sawentar, terdapat nilai kebersamaan yang sangat luar biasa dalam menyusun pola gerakan masyarakat melalui konsep pemberdayaan. Malah yang lebih unik ketika berkunjung ke Kampung Mujair Desa Papungan Kabupaten Blitar, beliau menjumpai petani yang menanam padi varietas Petani Indonesia Menggugat (PIM) yang dikelola secara organik hingga mencapai tinggi 170 cm serta memiliki bulir hingga 800 buah. Inovasi tersebut tidak terlepas dari semangat Mbah Moedjair penemu Ikan Mujair yang berhasil menyulap habitat ikan tersebut dari air laut ke air tawar.

Foto: Ketua BPIP Ziarah ke Makam Mbah Mudjair, Penemu Ikan Mujair di Desa Papungan Kabupaten Blitar.

“Kami belajar kepada masyarakat Blitar bagaimana Pancasila tumbuh dari nilai kearifan lokal, kreativitas, inovasi, hingga rasa kebersamaan saling memiliki satu dengan yang lain. Sehingga dapat dikatakan adigium Pancasila sebagai bintang penuntun bangsa bisa disebarluaskan ke daerah lain melalui program BPIP kedepan,” lanjut Hariyono.

Selain kegiatan Menggali Mutiara Pancasila, kegiatan BPIP berlanjut di Kota Blitar dengan tajuk Jagongan Pancasila di Kampung Pancasila Kelurahan Sentul, Kota Blitar. Kegiatan yang dipandu oleh Rangga Bisma, sebagai salah satu mitra di daerah, ini juga dihadiri oleh Kepala Bakesbangpol Kota Blitar, Hakim Sisworo serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar, Tri Iman.

Foto: Dialog tentang Kedaulatan Pangan di Desa Papungan.

“Dalam program ini kami berharap Pancasila tidak lagi disosialisasikan di masyarakat seperti penataran P4 oleh BP7 di masa lampau. Pancasila tidak lagi dihafal. Namun juga dipahami dan diimplementasikan dalam laku keseharian masyarakat. Dengan itu, Ideologi tidak hanya sebagai jargon, namun Ideologi Pancasila hadir dan hidup dalam taman sarinya Indonesia,” imbuh Plt. Ketua BPIP tersebut.

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *