Kegiatan Pendidikan

Perbaikan Fasilitas Wisata Coban Srengenge Untuk Meningkatkan Nilai Ekonomi Wisata Oleh Kkn Unikama 2018

Malang, SR – Potensi wisata alam Coban Srengenge telah mulai dikenal oleh para wisatawan. Letak Coban berada di Dusun Sumberwangi, Desa Tirtomarto, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Desa Tirtomarto berjarak sekitar 65 km dari Kota Malang. untuk sampai ke desa berpenduduk 5800 jiwa ini, kita harus melintasi jembatan Kalimanjing yang merupakan pintu gerbang masuk desa berhawa sejuk dan terdiri dari 3 pedukuhan ini.Sementaraitu sejarah penamaan coban ini dikisahkan bahwa pada era jaman penjajahan wilayah ini adalah wilayah paling aman karena wilayah coban ini adalah sebagai tempat orang bertapa. Selain itu pada area Coban terdapat kedung yang sangat dalam dan airnya sangat jernih, saat tengah hari kedung tersebut memancarkan bayang-bayang matahari (srengenge) yang sangat terang.Sehingga dinamakan Coban Srengenge.  Pesona alam Coban Srengenge menyajikan tiga titik mata air terjun dalam satu tempat dan pesona pelangi pada siang hari di wahana tersebut.

Foto: Mahasiswa KKN Unikama 2018 kelompok 1.2.3 desa Tirtomarto.

Air terjun dengan potensi keindahan alam berupa tiga titik air terjun pada satu tempat serta pemandangan pelangi yang selalu muncul selalu tampak menarik untuk dinikmati.Geologi Coban Srengenge terbentuk oleh proses erupsi vulkanik. Debit air terjun berkisar 5000 hingga 9000 liter per detik, dari ketinggian yang berbeda di setiap tingkatan, menciptakan kabut uap air dalam skala luas. Namun, dibalik potensi alam yang indah kurangnya sarana pendukung menjadi hambatan dalam pengembangan potensi ekonominya. Oleh karenya penambahan fasilitas di lokasi Coban Srengenge menjadi hal yang penting untuk meningkatkan nilai jual ekonomi di mata wisatawan.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) menyusun program kerja penambahan fasilitas umum di lokasi ini. Fasilitas berupa pembangunan ruang ganti baju, penambahan pengaman pagar semi permanen, pembuatan spot foto, dan papan kayu hias pada lokasi wisata menjadi hal yang diprioritaskan. Pembangunan ruang ganti baju karena sebelumnya belum ada ruang ganti baju yang layak digunakan oleh wisatawan. Penambahan pagar semi permanen agar tanaman yang sudah ada disana menjadi lebih tertata. Pembuatan spot foto agar lebih menarik wisatawan untuk dapat menikmati setiap sudut yang berada di Coban Srengengge. Papan kayu hias yang berisi ajakan untuk peduli terhadap lingkungan, karena objek wisata ini tidak hanya untuk generasi saat ini tapi juga untuk generasi masa depan.

Galih, selaku koordinator KKN Desa Tirtomarto, menjelaskan, “Kami ingin mengembangkan wisata Coban Srengenge ini, karena awalnya kami melihat bahwa Coban Srengenge sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai tempat pariwisata yang memiliki nilai  ekonomi tinggi, sehingga perlu ditambah fasilitas agar lebih menarik untuk wisatawan”.

Mahasiswa KKN bersama aparatur desa, pengelolah coban, dan masyarakat setempat melakukan hal ini secara bersama-sama. Harapannya kedepan dengan penambahan fasilitas menjadikan potensi Coban Srengenge menjadi lebih menarik bagi wisatawan untuk datang.   Irvan, selaku warga masyarakat desa Tirtomarto mengungkapkan, “Untuk fasilitas yang telah dipasang oleh mahasiswa KKN UNIKAMA diharapan kedepannya membuat Coban Srengenge ramai oleh pengunjung dan lebih dikenal, apabila Coban Srengenge sudah terkenal di masyarakat luar otomatis infrastruktur di Coban Srengenge ini akan dikembangkan lagi oleh pihak pemerintah serta bisa menjadikan Desa Tirtomarto menjadi desa Ekopariwisata. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada para mahasiswa KKN UNIKAMA, karena kegiatan ini sangat bermanfaat sekali untuk pengunjung dan warga Desa Tirtomarto “.

(Gal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *