Politik

Aktivis Nyaleg Demi Mengabdi Dan Memperjuangkan Kepentingan Rakyat?

Surabaya, SR – Pengacara adalah salah satu profesi yang dilirik partai politik dalam penjaringan caleg di internal maupun luar kader internal.

Sumardi berprofesi sebagai pengacara yang juga menahkodai sejumlah ormas misalnya, mengaku terpanggil ikut dalam kontestasi politik 2019 sebagai Caleg DPRD Jatim melalui Dapil III Kab/kota Probolinggo dan Kab/kota Pasuruan dari Partai Golkar.

Foto: Sumardi, Caleg DPRD Jatim Dapil III dari Partai Golkar.

Sumardi tercatat produktif sebagai pengacara, ia merasa ilmunya tak berpengaruh langsung pada masyarakat, termasuk melalui aktivitasnya di beberapa ormas yang di pimpinnya. Melalui pengalaman panjang sumardi berharap dapat berguna untuk masyarakat Jawa Timur melalui politik jika lolos ke DPRD Jatim,

Politikus berlatar profesi pengacara, menurut Sumardi, memiliki tanggung jawab yang sangat besar dibanding anggota dewan dari bidang lain.

“Ya saya maju caleg karena dorongan teman-teman seprofesi dan saya tak khawatir bakal berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saya pengacara, saya paham  soal hukum. Sepanjang untuk kepentingan rakyat, saya tidak perlu mengkhawatirkan apapun”. Ungkapnya.

Selain berprofesi sebagai pengacara Sumardi juga memiliki sejumlah perusahaan jasa, dia sudah merasa selesai dengan dirinya sendiri. “Saya tak pernah berniat lagi mencari uang dari sektor lain. Apalagi dari kursi dewan,” ujarnya, Kamis (7/2/2019).

Sumardi adalah ketua dewan pimpinan daerah Baladhika Karya Jatim, Korwil Posbakumadin Jatim dan anggota Tim Cyber Anti Hoax Jatim. Dedikasi dan loyalitas menjadikannya semakin paham tentang apa yang dibutuhkan orang banyak.

Lewat Baladhika Karya yang diarahkan untuk mengatrol kemajuan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) misalnya, Sumardi menjadi semakin paham potensi ekonomi di berbagai wilayah. “Di organisasi ini kami punya bidang UMKM/koperasi. Ini yang terus kami maksimalkan untuk mendongkrak kemajuan pengusaha kecil,” ujarnya.

Dia kemudian mencontohkan tentang luberan cabe petani akibat harga yang terlalu murah. Oleh para anggota Baladhika Karya, komoditas ini disulap menjadi manisan cabe. Melibatkan para anggota yang masih menganggur dan yang punya jaringan dagang, manisan cabe itu dipasarkan ke area yang lebih luas.

Selaku Koordinator Posbakumadin Jatim, pria kelahiran Surabaya 1974 ini,  aktif menggerakkan 12 cabang organisasi seJatim itu, untuk memberi pendampingan hukum bagi para keluarga tidak mampu. Menurutnya, anggaran dari pemerintah pusat sudah ada, tapi masih banyak masyarakat kecil yang tidak paham.

Sumardi juga getol membantu menekan angka pengangguran lewat perusahaan jasa yang dimilikinya. Bahkan saat ini, pihaknya sudah mempekerjakan ribuan pengangguran yang semuanya sudah terlindungi oleh jaminan sosial.

Bukannya meraih untung, Sumardi justru kerap merogoh kantong lebih dalam untuk mendanai berbagai kegiatan di ormas-ormas tersebut. Bukti keseriusannya mengemban amanah, terlihat dari Baladhika Karya Jatim yang semula vakum itu kini berkembang menjadi 25 cabang aktif.

Demikian pula dengan Posbakumadin Jatim yang awalnya hanya memiliki 8 cabang, secara bertahap terus bertambah dan kini sudah mencapai 12 cabang yang terverifikasi. “Kami sudah menangani ratusan kasusnya orang miskin. Penyerapan anggaran juga melonjak signifikan,” ujarnya.

Pengacara mampu menawarkan solusi atas persoalan masyarakat. mereka akan memberikan nilai tambah. Kemampuan intelektual mereka tentu sudah lebih teruji.

( Osc )

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *