Pendidikan Politik

GMNI Blitar Bentuk Saber Anti Money Politik Sampai Tingkat Kecamatan

Blitar, SR – Pemilihan Umum baik Legislatif maupun eksekutif telah mengajarkan kepada bangsa ini, terkait hubungan sejajar antara perilaku korupsi dengan budaya money politik, terlebih dengan sistem pemilu yang terbuka. Kader yang mengabdi lama di partai bisa dikalahkan oleh orang baru yang mempunyai uang banyak.

Foto: Dwiki Ahmad Fahreza, Kabid Politik DPC GMNI Blitar.

Ini akan mengakibatkan, Partai Politik dijauhi oleh orang – orang idealis dan aktivis, karena mereka cenderung tidak mempunyai uang yang banyak. Kedepan partai politik tidak lebih dari kepanjangtangan dari perusahaan – perusahaan, atau bahkan menjadi perusahaan.

Sesuai Peraturan KPU No. 7 tahun 2015 pasal 26 ayat 3 bahwa yang dianggap dengan money politik ialah memberikan uang atau barang yang lebih dari Rp. 25.000. Sehingga perlu adanya pengawasan terkait pemberian uang dan/barang yang lebih dari PKPU tersebut.

Guna mencegah hal itu terjadi, perlu adanya peran serta masyarakat dalam pengawasan pemilihan umum kedepan. Untuk itu, DPD GMNI Jawa Timur membentuk Saber Anti Money Politik.

Foto: Ardan Arbadan, Sekretaris DPC GMNI Blitar.

Menyikapi hal tersebut DPC GMNI Blitar menyambut dengan gembira dan menyiapkan kader – kadernya untuk masuk dalam Saber Money Politik. Hal ini sebagaimana pernyataan Sekretaris DPC GMNI Blitar Ardan Arbadan, “Saber Anti Money Politik yang dibentuk oleh DPD GMNI Jawa Timur, harus segera dibentuk juga ditiap DPC. Saat ini kita sedang melakukan inventarisir Kader, anggota dan jaringan untuk bersama – sama DPD GMNI Jawa Timur, dalam bulan agustus 2018 nanti ditargetkan kita sudah punya di masing – masing kecamatan, di Blitar kota dan Kabupaten”.

“Dengan adanya Saber Money Politik ini, kami berharap terjadi persaingan politik yang sehat dan meminimalisir adanya tindak pidana Korupsi untuk mengembalikan modal kampanye. Jadi, tidak hanya calon yang punya modal yang berpeluang jadi, tetapi mereka yang mempunyai kredibelitas juga berpeluang jadi anggota Legeslatif. Kami juga, berharap adanya partisipasi dari masyarakat, supaya kita dapat mengawal jalannya pesta demokraai yang bersih dan sehat”. Pangkas Dwiki Ahmad Fahreza, Kabid Politik DPC GMNI Blitar.

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *